program wakaf
info

Ketika usia semakin tua, biasanya kita mengalami dua perubahan biologis penting yang mempercepat timbulnya penyakit, serta tanda-tanda penuaan.
Dr. Herman mengatakan, “Kita belum pernah mencoba untuk menghambat proses penuaan, meskipun ada suatu alasan yang lebih dari cukup di Amerika Serikat, misalnya, bagi orang yang melampaui usia 28.” Menurut dia, beberapa penyakit seperti kanker, jantung, reumatik, dan alzheimer atau kepikunan (sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif, di sebabkan berkurangnya gizi di otak —red) tidak mungkin dilihat secara terpisah. Semuanya menunjukkan tampilan berbeda-beda, sesuai perbedaan genetik dan lingkungan sekitar, untuk mengungkapkan berbagai bahaya yang menimpa sel-sel akibat serangan radikal bebas. Pakar meyakini bahwa 80 sampai 90 persen, dari penyakit-penyakit ini terkait dengan aktivitas ion-ion penghancur sel.
Kesimpulannya, anggapan bahwa setiap penyakit merupakan masalah suatu organ tersendiri tidak akan menyelesaikan persoalan. Seperti halnya orang yang terinfeksi sejenis bakteri menolak untuk mengonsumsi antibiotik (zat kimia yang dalam kadar rendah sudah punya kemampuan untuk menghambat kehidupan, dan menghancurkan bakteri atau mikroorganisme —red) guna membunuh bakteri itu, dan lebih memilih mengonsumsi aspirin saja untuk menurunkan panas demamnya. Untungnya, tubuh tidak mudah “rontok” ketika sel-selnya diserang habis-habisan dengan materi-materi yang mengandung radikal bebas, karena tubuh mulai mengaktifkan sistem pertahanan yang terdiri atas beberapa enzim dan antioksidan.
Kita bisa umpamakan, ion radikal bebas sebagai seorang kriminal yang menyerang tubuh. Sedangkan antioksidan adalah polisi yang menghentikan perbuatannya. Perumpamaan ini sangat masuk akal, karena antioksidan yang terdiri atas unsur-unsur kimia istimewa, berfungsi menghambat efek-efek negatif radikal bebas dengan menghalangi pembentukannya secara mendasar, dan mengusirnya dari tubuh apabila sudah telanjur terbentuk. Lalu ia pun memperbaiki kerusakan-kerusakan sel yang ditimbulkan.
Prof. Bruce Eimz, seorang pakar genetika, menguraikan hal tersebut di Universitas California, “Sekitar satu triliun molekul oksigen memasuki setiap sel dalam tubuh kita setiap hari, sehingga menyebabkan terjadinya pemusnahan seratus ribu gangguan bagi DNA, karena perginya radikal bebas. Untungnya lagi, enzim-enzim antioksidan mampu menghapus 99 sampai 99,9 persen dampak-dampak negatif itu. Sayangnya, masih tersisa ribuan bahaya yang terakumulasi setiap harinya. Karena itu, kita banyak menemukan masalah pada usia tua yang penyebabnya adalah oksigen di dalam sel.”
Akumulasi di dalam sel serta ampas-ampas akibat perbaikan sel yang tidak sempurna menyebabkan proses penuaan, dan memperbesar kemungkinan timbulnya berbagai penyakit. Ketika usia semakin tua, biasanya kita mengalami dua perubahan biologis penting yang mempercepat timbulnya penyakit, serta tanda-tanda penuaan. Pertama, jumlah rata-rata aktivitas radikal bebas yang mengganggu sel-sel meningkat tajam; dan kedua —yang sayangnya juga menambah parah persoalan— adalah kemampuan kita yang merupakan anugerah Allah untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan radikal bebas, serta memperbaiki sel-sel yang rusak —pantas untuk kita sebut sebagai “Perangkat Detoksifikasi,” atau perangkat yang mengurangi sifat toksik dari suatu substansi— berangsur-angsur berkurang, seiring pertambahan usia sehingga bahaya semakin banyak menimpa sel-sel dan mempercepat proses penuaan. Jadi, pertambahan usia memicu akumulasi dan penguatan sistem imun.
dikutip dari buku : Awet Muda dan Tetap Sehat--Embun Publishing 2010
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|



