program wakaf
Bawalah Aku Menggapai Mimpi

Jiwa anak bagaikan selembar kertas putih, bersih tanpa noda. Tergantung kita, orangtuanya, akankah kita torehkan garis-garis lempang nan lurus, ataukah akan kita lukis dengan gambar-gambar yang absurd.
Tidak sedikit orangtua yang kebingungan ketika dianugerahi anak untuk pertama kalinya. Apa yang harus ia lakukan agar buah hatinya kelak menjadi orang yang berhasil sesuai keinginannya. Banyak juga pertanyaan sekaligus kekhawatiran yang muncul dari orangtua berkaitan dengan teknik membimbing dan menumpahkan kasih sayang kepada mereka. Selain naluri, orangtua memang mutlak perlu mengetahui teori bagaimana menuntun anak meniti kehidupan.
Bagaimana kita menjadi siapa kita sekarang, ini merupakan pertanyaan pertama yang terpikirkan ketika William Sears memulai kariernya sebagai orangtua dan pediatrik (ahli kesehatan anak). Menurut dia, pertanyaan ini bukanlah pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Sebab, pada kenyataannya, banyak faktor yang mempengaruhi kelak menjadi apa anak-anak kita, di antaranya keturunan, perawatan, gizi, kesehatan, sekolah, teman sebaya, dan tentu saja sedikit keberuntungan.
William Sears menorehkan penelitian, pengamatan, dan pengalaman pribadinya selama lebih dari tiga puluh tahun dalam bukunya The SuccessfulChild. Ia terpanggil untuk mengamati berbagai macam interaksi antara orangtua dan anak-anak ketika mulai membuka klinik pengobatan. Beberapa pertanyaan, baik pribadi maupun profesional, mulai muncul dari orangtua yang kebingungan untuk melakukan langkah yang tepat bagi anak mereka.
Doktor ahli kesehatan anak-anak yang biasa dipanggil oleh pasien kecilnya dengan sebutan “Dr. Bill” ini memang tipe pekerja keras dan cerdas, serta orangtua yang telaten dan bertanggung jawab. Ia bersama istrinya, Martha, membesarkan delapan anak mereka dengan kasih sayang dan bimbingan yang terus-menerus di sela-sela kesibukan mereka yang luar bisa padat.
Bayangkan saja, di samping waktu-waktunya tersita mengurus klinik, ia juga harus siap tampil untuk mengisi ratusan program di siaran televisi, di antaranya dalam acara “Donahue”, “Good Morning America”, “Oprah”, “CBS This Morning”, “CNN”, dan “NBC’S Today Show and Dateline”. Belum lagi ia harus menulis artikel tentang kesehatan dan pengobatan anak di berbagai majalah anak. Meski begitu, yang perlu kita acungi jempol, Dr. Bill bersama istrinya tidak membiarkan kedelapan anaknya tumbuh “liar”. Ia tidak menyerahkan kepada orang lain untuk mengasuh dan membimbing anak-anak mereka.
Ketika ditanya apa yang menyebabkan ia bisa melakukan itu semua, ia hanya menjawab singkat, “Kami sangat cinta terhadap anak-anak.”
Bagian pertama dari The Successful Child menjelaskan tentang keterkaitan orangtua dengan anak-anak dan bagaimana menciptakan keterkaitan tersebut. Hubungan yang tepercaya merupkan perangkat utama yang diperlukan bagi keberhasilan dalam kehidupan. Sementara bagian kedua menggambarkan bagaimana menggunakan hubungan ini untuk membantu anak mengembangkan perangkat emosional dan intelektual bagi keberhasilan mereka.
Buku yang ditulis berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi ini lebih menonjolkan contoh-contoh konkret dalam memberikan bimbingan terhadap anak dibanding sekadar teori, sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan. Coba kita simak bagaimana ketika suami dari seorang register nurse ini menuturkan tentang “Tidur Dekat Bayi” sebagai salah satu dari tujuh perangkat keterikatan: “Pendidikan anak oleh orangtua yang tanggap tidak berakhir ketika matahari terbenam dan keluarga berangkat ke tempat tidur …. Orangtua yang sibuk di siang hari atau terpisah dari bayi mereka karena pekerjaan mendapatkan bahwa tidur bersama membantu mereka terhubung kembali dengan bayi mereka di malam hari.” (hlm.47).
Karya ini bercorak humanis universal. Tepat dibaca siapa pun, yang merasa dirinya menjadi orangtua, tanpa memandang perbedaan bangsa ataupun agama. Ia mengamati dan meneliti kasus-kasus komunikasi antara orangtua dan anak semata berdasarkan pendekatan kemanusiaan bahwa anak perlu sentuhan kasih sayang. Bill juga meyakini bahwa anak-anak perlu dibimbing dan dituntun untuk menggapai mimpi-mimpi mereka.
The Successful Child bisa dijadikan panduan lengkap untuk membangun kepribadian dan mengoptimalkan kesuksesan anak, mulai dari dalam kandungan hingga remaja. Menurut doktor ahli kesehatan anak ini, langkah-langkah mendidik keberhasilan anak juga harus dimulai dari rahim. Ketika anak masih di dalam kandungan ibunya ia perlu perlakuan yang positif dan sehat. Perkembangan sistem saraf janin dipengaruhi oleh apa yang dilakukan ibu selama kehamilan, apakah itu baik atau buruk. Merokok, minum alkohol, dan mengkonsumsi narkoba telah terbukti mempunyai efek yang buruk terhadap perkembangan otak janin dan meningkatkan risiko seorang anak mempunyai permasalahan belajar dan perilaku kelak di kemudian hari.
Setiap orangtua ingin membesarkan anaknya menjadi orang sukses, dan setiap anak bisa menjadi bintang, yang bersinar dengan cara yang unik dan indah. Sesuai judulnya, buku ini memang dipersembahkan bagi para orangtua yang menginginkan anaknya berhasil. Selain itu, bisa membantu bintang kecil Anda bersinar cemerlang dan sebahagia mungkin yang dapat mereka lakukan dengan kehangatan dan kasih sayang terhadap orang lain serta hati yang damai dan puas.
Buku ini menjadi salah satu bukti keberhasilan Bill dalam mendidik anak. “Berhasil” dalam pengertian yang benar. Meski begitu, dengan kerendahan hati ia mengungkapkan: “Orangtua seharusnya tidak perlu merasa berjasa atau bersalah sepenuhnya menjadi orang seperti apa anak mereka. Tentu saja, orangtua yang kami ajak bicara bukan orangtua yang sempurna yang menjadikan anak-anak sempurna, dan juga buku ini tidak ditulis oleh orang tua yang sempurna dari anak-anak yang sempurna.”
Subhan, S.S.
Pemerhati buku dan Editor in Chief di salah satu penerbitan buku di Jakarta
| < Sebelumnya |
|---|



