program wakaf
| Indeks Artikel |
|---|
| Kesucian, Pengabdian, dan Bekerja |
| halaman2 |
| Seluruh halaman |
Dari Abu Malik al-Harits bin al-Asy’ari, ia berkata, Rasulullah Salallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Suci adalah sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillâh memenuhi timbangan, (bacaan) ‘subhânallâh’ dan ‘alhamdulillâh’ keduanya memenuhi ruang di antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, kesabaran adalah sinar, dan Al-Qur`an menjadi hujjah bagimu yang (dapat) menyelamatkanmu atau mencelakakanmu. Semua manusia bekerja, maka ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, ada pula yang menghancurkan dirinya.”(HR Muslim).“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu (kotor), maka hendaklah mereka tidak mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini."
(At-Taubah [9]: 28)
Sabda Rasulullah Salallaahu 'Alaihi Wasallam, “Sebagian dari iman,” maksud adalah separuh iman. Karena iman adakalanya mengosongkan dari syirik, yang pada hakikatnya adalah sesuatu yang najis, sebagaimana firman Allah ? dalam QS. At-Taubah [9] ayat 28 tersebut.
Adakalanya pula iman menghiasi, yaitu dengan ketaatan kepada Allah.
Karena itulah, bersuci merupakan sebagian dari keimanan. Ada yang menyebut yaitu bersuci untuk melaksanakan shalat sebagai bagian dari keimanan, karena shalat merupakan bagian dari iman dan tidak sah kecuali dengan bersuci. Akan tetapi, makna pertama lebih baik dan lebih bersifat umum.
Sabda Rasulullah Salallaahu 'Alaihi Wasallam, “(bacaan) alhamdulillâh memenuhi timbangan,” maksudnya menyifati Allah Ta'ala dengan sifat terpuji, baik dalam dzat maupun perbuatan-Nya. Bacaan alhamdulillâh akan memenuhi timbangan amal perbuatan, karena nilainya yang sangat besar di sisi Allah. Karena itu, Rasulullah bersabda, “Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, akan tetapi memberatkan timbangan amal, dan disukai Allah Yang Maha Pengasih adalah Subhânallâhil-‘azhîm (Mahasuci Allah Yang Mahaagung), dan Subhanallâh wa bi hamdih (Mahasuci Allah dan segala pujian baginya)."
Sabda Rasulullah, “(bacaan) subhânallâh dan alhamdulillâh,” keduanya disatukan.
Sabda Rasulullah, “Memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi,” hal itu disebabkan karena besarnya pahala dari kedua bacaan tersebut, dan karena bacaan ini meliputi penyucian Allah dari segala kekurangan dan menetapkan kesempurnaan bagi-Nya. Dalam tasbih terdapat penyucian Allah dari segala kekurangan, dan dalam tahmid Allah disifati dengan sifat kesempurnaan. Karena itu, kedua bacaan ini dapat memenuhi ruangan antara langit dan bumi.
Rasulullah Salallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Shalat adalah cahaya,” maksudnya bahwa shalat adalah cahaya dalam hati, maka apabila hatinya bersinar niscaya wajahnya juga akan bersinar. Shalat juga merupakan cahaya kelak pada hari kiamat. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Allah:
“(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan, dan di sebelah kanan mereka.” (Al-Hadîd [57]: 12)
Shalat juga merupakan cahaya yang dapat memberi petunjuk dan ilmu, serta hal lain yang di dalamnya terdapat cahaya.
Selanjutnya >



