| Tokoh |
Nama lengkapnya Abu Abdurrahman Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh al-Albani. Dia lahir di Ashqadar, ibu kota lama Albania, pada tahun 1333 H (1914 M). Syaikh al-Albani, demikian ia biasa disebut, dibesarkan di tengah keluarga yang bersahaja dan berkhidmat kepada ilmu-ilmu agama. Ayahandanya, al-Haj Nuh, adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syariat di ibu kota Turki Utsmani --kini dikenal dengan Istambul. Syaikh al-Albani wafat pada Jum’at, 21 Jumadil Akhir 1420 H bertepatan dengan 1 Oktober 1999, di Yordania.
Pendidikan
Syaikh Nuh mengkhawatirkan diri dan keluarganya, ketika sistem pemerintahan Albania berubah menjadi sekuler setelah Raja Ahmad Zaghu naik takhta. Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke Syam (Suriah, Yordania, dan Lebanon sekarang). Keluarga al-Albani menuju ke Damaskus.
Di Damaskus, al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa Arab. Ia masuk madrasah yang dikelola Jam’iyah al-Is’af al-Khairiyah hingga menyelesaikan tingkat ibtida’iyyah. Setelah itu ia meneruskan dengan belajar ke beberapa ulama. Dari sang ayah, ia mempelajari Al-Qur’an hingga selesai termasuk belajar ilmu fikih, khususnya fikih Madzhab Hanafi.
Selain memperdalam ilmu-ilmu agama, Syaikh al-Albani juga belajar keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya hingga mahir. Maka ia pun dikenal sebagai ahli memperbaiki jam. Keterampilan ini menjadi salah satu mata pencahariannya.
Memasuki usia dua puluh tahun, Syaikh al-Albani mulai menekuni ilmu hadits. Ia mendapat inspirasi dari kajian-kajian hadits dalam majalah al-Manar, yang diterbitkan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha. Mula-mula ia menyalin kitab al-Mughni ‘an Hamli al-Asfar fî Takhrij mâ fil Ishâbah minal Akhbar, karya al-Iraqi, isinya takhrij terhadap hadits-hadits yang terdapat di dalam kitab Ihya` ‘Ulumuddin karya Imam Ghazali.
Semangat al-Albani tak terbendung untuk terus memperdalam dan mengkaji hadits, meski ayahnya merasa keberatan. Hari-harinya ia habiskan di Perpustakaan azh-Zhahiriyah, Damaskus.
Pengabdian
Syaikh al-Albani pernah mengajar hadits dan ilmu-ilmu hadits di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun, 1381 H – 1383 H. Setelah itu ia pindah ke Yordania. Pada 1388 H, Departemen Pendidikan meminta Syaikh al-Albani menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada salah satu program pascasarjana di sebuah perguruan tinggi di Yordania. Namun, ia tidak menerima tawaran tersebut karena pertimbangan tertentu.
Pada 1395 H hingga 1398 H ia kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam’iyah Islamiyah. Ia mendapat penghargaan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi berupa “King Faisal Foundation”, pada 14 Dzulqa’idah 1419 H (1999 M).
Karya-Karya
Syaikh al-Albani tergolong produktif dalam menuliskan buah pikirannya, sebagian telah dicetak, sebagian lagi masih dalam bentuk naskah, dan di antaranya ada yang hilang. Semua berjumlah 218 judul. Beberapa contoh karyanya:
Ringkasan Kitab Hadits
Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari
Mukhtashar Shahih Muslim
Mukhtashar asy-Syama`il al-Muhammadiyyah lit Tirimidzi
Buku Induk
Silsilah al-Ahâdits ash-Shahihah wa Syai` min Fiqhihâ wa Fawâ`idihâ
Silsilah al-Ahâdits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah wa Atsaruhâ as-Sayyi` fil Ummah
Irwa` al-Ghalil fî Takhrij Manar as-Sabil
Kitab Shahih al-Arba’ah
Shahih Sunan Abu Daud
Shahih Sunan at-Tirmidzi
Shahih Sunan an-Nasa`i
Shahih Sunan Ibnu Majah
Kitab Dha’if al-Arba’ah
Dha’if Sunan Abu Daud
Dha’if Sunan at-Tirmidzi
Dha’if Sunan an-Nasa`i
Dha’if Sunan Ibnu Majah
Beberapa Karya Lain
Shifah Shalah an-Nabi Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam
Shahih al-Adabul Mufrad lil Bukhari
Dha’if al-Adabul Mufrad lil Bukhari
Zhilâl al-Jannah fî Takhrij Kitab as-Sunnah li Ibn Abi ‘Ashim
At-Tawassul, Anwâ`uhu wa Ahkâmuhu
Adabuz Zifaf as-Sunnah al-Muthahharah
Ar-Radd al-Mufhim
Al-Ajwibah an–Nafi’ah ‘alâ as`ilah Masjid al-Jami’ah
Ahkam al-Jana`iz wa Bid’auhâ
Al-Isra wal Mi’raj wa Dzikru Ahâditsihimâ wa Takhrijihâ wa Bayan Shahihihâ min Saqimihâ
Selain karya-karya dalam bentuk tulisan, ceramah-ceramah Syaikh al-Albani direkam dalam bentuk kaset.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|